Pandangan Islam Tentang Virus Corona
Pandangan Islam Tentang Virus Corona
VIRUS baru yang disebut corona telah membuat geger warga dunia. Sebab, selain dapat menyebar dengan sangat cepat, virus itu juga telah menyebabkan kematian pada banyak orang di beberapa negara dunia, utamanya di China. Pemerintah China mengatakan, virus yang pertama kali muncul dari daerah Wuhan ini telah memakan korban jiwa sebanyak 25 orang dan menjangkiti lebih dari 830 orang sejak pertama kali muncul akhir tahun lalu.
Bahkan virus ini tercatat telah menyebar tak hanya ke wilayah otonomi seperti Hong Kong dan Makau, tapi juga ke beberapa negara sejauh ini. Termasuk Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat (AS), Singapura hingga Thailand.
Virus corona berasal dari hewan liar yang dijual di Pasar Makanan Laut Huanan (Huanan Seafood Market) yang terletak di pusat kota Wuhan. Menjual berbagai jenis makanan unik. Mulai dari anak serigala, rubah hidup, buaya, salamander raksasa, ular, tikus, burung merak, landak, daging unta hingga musang. Berbagai binatang yang dijual di pasar itu merupakan spesies yang terkait dengan pandemi sebelumnya, yakni Server Acute Resporatory Syndrome (SARS). Muncul dugaan virus mematikan ini disebarkan oleh sup kelelawar, sebuah makanan populer di Wuhan.
Tanpa kita sadari betapa mengerikannya penyebaran virus ini. Bahkan ia dapat mengancam siapapun juga. Hal ini di dasari oleh sistem kehidupan yang serba bebas (liberal) . Bebas melakukan apa saja termasuk urusan makanan. Tanpa melihat dari sisi layak atau tidak, halal ataupun haramnya. Selama bisa memenuhi perut yang kosong semua bisa dimakan. Itulah prinsip hidup para kaum liberal.
Tapi semua itu harus mereka bayar dengan penderitaan baru. Yaitu Allah memberikan peringatan melalui sebuah virus corona yang mematikan. Tak ada yang tak mungkin ketika Allah sang Pencipta alam semesta berkehendak. Manusia tidak akan mampu melawan apa yang telah Allah SWT gariskan. Karena Allah SWT punya aturan bagi hambanya yang wajib dijalankan. Meskipun manusia berkilah mau berbuat semaunya tapi ia tidak mampu menjangkau dibalik perintah dan laranganNya. Karena manusia makhluk yang lemah lagi terbatas kemampuannya.
Maka tak sepatutnya manusia berlaku sombong dan acuh terhadap aturannya.Dalam perkara mengkonsumsi makanan Allah SWT telah memberikan aturan. Karena tidak semua jenis makanan yang boleh dikonsumsi. Kecuali makanan tersebut halal dan thayyib. Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS: Al-Maidah ayat 88 :
“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepada kalian, dan bertakwalah kepada Allah yang kalian beriman kepada-Nya.”
Makanan itu halal kecuali ada larangan yang dinyatakan dalam Al-Qur’an dan as sunnah. Sebagaimana dalam (QS Al-Baqarah ayat 17
"Sesungguhnya Dia hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih dengan (menyebut nama) selain Allah. Tetapi barang siapa terpaksa (memakannya), bukan karena menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."Diduga bahwa virus Corona ini disebabkan oleh mengkonsumsi hewan liar, seperti kelelawar. Di Cina sup kelelawar diperjualbelikan untuk dikonsumsi, padahal ini merupakan salah satu penyebab munculnya virus Corona.
Terjadi perbedaan pendapat di kalangan para ulama terkait hal ini. Mayoritas para ulama diantaranya adalah ulama mazhab Syafi'i, ulama mazhab Hambali, dan sebagai ulama mazhab Hanafi mengatakan bahwa kelelawar hukumnya haram untuk dikonsumsi.
Syekh Ibnu Abidin yang bermazhab Hanafi mengatakan bahwa: " menurut mazhab kami, diperbolehkan untuk memakan burung layang-layang dan burung hantu, dimakruhkan memakan burung shurad dan burung hud-hud. Sementara untuk hukum mengkonsumsi kelelawar diperdebatkan." (Muhammad Amin bin Abidin, Raddul Muhtar ala Ad-Durril Muhtar, juz 26, h. 188)
Islam adalah agama yang sempurna yang mengatur seluruh lini kehidupan, baik itu hal yang kecil sekalipun sampai kepada perkara yang besar, termasuk di dalamnya juga makanan. Sebagai mana hadis dari Abu Hurairah r.a ia berkata: Rasulullah saw. Bersabda: "Sesungguhnya Allah itu baik, dan Allah tidak mau menerima sesuatu kecuali sesuatu itu adalah baik.”
Dari sini dapat kita lihat bahwa Allah swt. dan Rasul-Nya memerintahkan kita selaku umatnya untuk memilih makanan yang halal lagi baik untuk dimakan.
Islam adalah agama yang sempurna yang mengatur seluruh lini kehidupan, baik itu hal yang kecil sekalipun sampai kepada perkara yang besar, termasuk di dalamnya juga makanan. Sebagai mana hadis dari Abu Hurairah r.a ia berkata: Rasulullah saw. Bersabda: "Sesungguhnya Allah itu baik, dan Allah tidak mau menerima sesuatu kecuali sesuatu itu adalah baik.”
Allah swt. juga berfirman dalam Q.S Al-Mukminun:51
يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا ۖ إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ
Artinya: "wahai para Rasul, makanlah olehmu dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah olehmu amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."
Dari sini dapat kita lihat bahwa Allah swt. dan Rasul-Nya memerintahkan kita selaku umatnya untuk memilih makanan yang halal lagi baik untuk dimakan.
Di dalam kitab Hâsyiyat âl Qalyûbî wa Umairah disebutkan : “Dikatakan bahwa Al-Khuthâf untuk jenis binatang kelelawar, yaitu Al-Wathwhat hukumnya juga haram untuk dikonsumsi,” (Syekh Qalyubi dan Umairah, Hâsyiyat âl Qalyûbî wa Umairah, juz 4, halaman 642).
Dibawah ini merupakan penjelasan dari Ustadz Adi Hidayat, Lc., M.A.
Dibawah ini merupakan penjelasan dari Ustadz Adi Hidayat, Lc., M.A.

Comments
Post a Comment